Home Nasional Menunggu kisah pemuda berbanderol Rp 2 triliun

Menunggu kisah pemuda berbanderol Rp 2 triliun

3
0
SHARE
Iklan by Don

Mbappe saat beraksi untuk AS Monaco.
© Claude Paris /AP Photo

Usianya boleh saja masih muda, yakni 19 tahun di 2017 ini. Debut profesionalnya pun bisa dihitung dengan jari 1 tangan, yaitu sekira 2 tahun lalu. Pun demikian dengan jumlah golnya, yakni “hanya” 26 kali memasukkan bola ke jaring lawan.

Tetapi segala atribut hijaunya pemain satu ini tak membuat Kylian Mbappe dipandang sebelah mata oleh klub-klub besar dunia. Bahkan, bisa jadi penyerang andalan klub Liga Prancis, AS Monaco, Prancis itu, menjadi properti paling panas di bursa transfer musim ini.

Tak kurang dari Real Madrid, Arsenal, Liverpool, atau Paris Saint-German kini memburu tanda tangan Mbappe. Harga yang mereka tawarkan pun cukup fantastis.

Arsenal misalnya, disebut-sebut menyediakan dana hingga 125 juta poundsterling, setara Rp 2 triliun (nilai tukar Rp 17.300/1 pounds). Atau, Madrid, yang dikatakan telah menawar Mbappe sebesar 114 juta pounds namun ditolak Monaco.

Deretan angka sebesar itu tentu bakal menjadikan Mbappe sebagai pemain termahal dunia. Bukan hanya itu, bila mega transfer itu benar-benar terealisasi, Mbappe bakal menjadi pemain paling muda dengan harga paling mahal di dunia.

Sebagai contoh harga termahal saat ini dipegang Paul Pogba, yakni 89 juta pounds saat pindah dari Juventus ke Manchester United (2016). Kala transfer itu terjadi, usia Pogba 23 tahun.

Atau, Gareth Bale, pemain termahal kedua (80 juta pounds) yang pindah dari Tottenham Hotspur ke Madrid di usia 24 tahun. Usia yang sama terjadi pada Cristiano Ronaldo saat pindah dari United ke Madrid dengan banderol 80 juta pounds.

Lalu siapa sebenarnya Mbappe? Mengapa harga pemuda kelahiran Bondy, Prancis, 20 Desember 1998 tersebut bisa semahal itu?

Mbappe mulai memainkan kulit bundar sejak bocah dengan dilatih sang ayah, Wilfried. Tak lama kemudian, ia dimasukan ke akademi sepak bola Clairefontaine. Di tempat inilah kemampuan bermain bola Mbappe terasah.

Dia menjadi bintang di sekolah sepak bola tersebut. Bahkan, Madrid dan Valencia mau merekrut dia kala itu. Dia juga pernah melakukan uji coba dengan tim muda Chelsea pada usia 11 tahun.

Sebagai seorang penyerang, Mbappe memang memiliki semua kriteria sebagai seorang striker modern. Keeping ball yang baik, cepat, memiliki ketenangan, mental yang stabil, mampu bermain kolektif, dan mumpuni bila beradu badan dengan pemain bertahan lawan.

Gambaran sederhananya, striker masa kini mampu mengkombinasikan tipe penyerang besar dan kecil. Dengan tinggi tubuhnya yang kini mencapai 178 cm, Mbappe mampu mengecoh pemain lawan untuk menciptakan gol maupun membuat assist.

Berdasarkan data Whoscored.com, sejauh ini Mbappe telah bermain sebanyak 44 kali (15 di antaranya sebagai pemain cadangan) untuk Monaco. Kontribusinya, Mbappe telah mencetak 26 gol dan 8 assist.

Dari jumlah gol tersebut, tentu yang tak dapat dilupakan adalah pencapaian dia pada Liga Champions musim lalu, di mana ia mencetak rekor baru. Yakni, pemain termuda yang selalui mencetak gol di babak perempat final.

“(Permainan) Mbappe mirip sekali dengan Thierry Henry. Dia memiliki potensi yang besar,” kata Arsene Wanger, manajer Arsenal, seperti yang dikutip dari Independet.co.uk. “Well, saya sudah mendekatinya sejak tahun lalu, karena Mbappe memiliki semua kualitas seorang penyerang.”

Pujian juga datang dari presiden Madrid, Florentino Perez. “Mbappe adalah pemain yang sangat bagus. Zinedine Zidane tengah mempertimbangkan (merekrut), meski usianya masih muda,” kata Perez. “Tak mudah menjadi pemain Madrid di usia 18 tahun.”

Sadar akan banyaknya minat klub besar terhadap pemainnya itu, Monaco pun menyodorkan kontrak baru kepada Mbappe. Kenaikan gajinya pun tak main-main, yakni 900 persen, dari 18.000 euro/minggu manjadi 162.000 euro/minggu.

Tapi tawaran itu ditolak Mbappe. Bahkan dia sudah menghapus klub AS Monaco di akun jejaring sosial Twitter miliknya.

Masalahnya adalah, apakah sodoran uang tadi mampu meluluhkan Monaco? Pasalnya, pemilik klub, Dmitry Rybolovlev, bukanlah sosok yang benar-benar membutuhkan uang.

Maklum, dia adalah businessman asal Rusia yang sukses di bawah payung Uralkali. Dia adalah orang terkaya nomor 156 dunia versi Forbes. Kekayaannya diprediksi mencapai USD 8,5 milyar.

Jadi, bila ingin memboyong Mbappe, sepertinya harus menyediakan dana lebih besar lagi. Untuk hal ini, nampaknya akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Wanger. Sebab, saat ini, Wanger tengah berusaha mempertahankan Mesut Oziel dan Alexis Sanchez dengan cara menyodorkan kontrak baru.

Bila hal ini benar-benar terjadi, anggaran Arsenal untuk gaji saja sudah meningkat 7 juta pounds bila dibanding musim lalu. Lalu, seberapa banyak pemain yang mereka harus jual untuk menutupi lubang dari pembelian Mbappe dan perbaruan kontrak Oziel dan Sanchez?

Sedangkan bagi Madrid, nampaknya uang bukan masalah besar. Perez memang memiliki “proyek Galacticos”, yakni mengumpulkan para pemain hebat tanpa peduli uang yang harus dikeluarkan.

Jadi ke manakah Mbappe akan pergi? Pertanyaan lainnya, apakah kepergiannya bakal menjadi awal cerita besar bagi dirinya, seperti halnya Henry? Atau justru akan melempem seperti halnya Antoni Martial di United?

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here