Home Nasional Kisah Bang Pi’ie si Jawara Senen dan Awal Mula Kriminalitas di Jakarta

Kisah Bang Pi’ie si Jawara Senen dan Awal Mula Kriminalitas di Jakarta

4
0
SHARE
Iklan by Don

PADA masa pemerintahan orde lama, nama Imam Syafi’ie atau lebih dikenal dengan sebutan Bang Pi’ie, mungkin tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta. Ya, pemimpin sebuah geng yang dikenal kerap melakukan tindakan kriminalitas itu pernah menduduki jabatan strategis di era pemerintahan Presiden Soekarno.
 
Putra Betawi kelahiran Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu pernah diplot menduduki jabatan menteri. Tepatnya pada 24 Februari 1966 Bang Pe’ie diangkat Presiden Soekarno sebagai Menteri Pertahanan Keamanan dalam Kabinet Dwikora yang disempurnakan. Bang Pi’ie merupakan pentolah paling berkuasa di wilayah Pasar Senen saat itu‎. Bang Pi’ie memiliki sebuah geng yang ditakuti di kawasan Senen, Jakarta Pusat, yakni Geng Kobra.

“Geng Kobra ini sangat ditakuti, bahkan sempat ingin mengkudeta pemerintahan orde lama yang dipimpin Soekarno,” ujar Ketua Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia (KPBMI), Dhanu Wibowo, saat menggelar diskusi di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2017).

Dhanu menceritkan, Geng Kobra terkenal sebagai “geng pembegal” karena dihuni anggota yang tak segan-segan membunuh. Namun geng ini juga memiliki sisi baik bak tokoh fiksi Robin Hood, dimana setiap hasil rampasan geng ini didonasikan kepada kaum dhuafa, pakir miskin dan panti asuhan di daerah Pasar Senen.

Pria kelahiran bulan Agustus 1923 itu dikenal akrab dengan kalangan bawah di pusat perekonomian Pasar Senen, seperti pedagang, kuli angkut, dan tukang becak. Melihat sisi kemanusian dari Geng Kobra ini, Soekarno yang sebelumnya risih akhirnya merangkul gang tersebut dan dilibatkan dalam pemerintahan.

“Menurut Soekarno geng ini harus diberdayakan, dirangkul karena ada sisi positifnya. Akhinya dilobi dan direkrut jadi orang pemerintahan. Nah, yang jadi Menteri Pertahanan adalah Bang Pi’ie,” kata Dhanu.

Dhanu melanjutkan, orang-orang Bang Pi’ie sejatinya sosok Jawara yang enggan mengikuti aturan pemerintah yang mengekang. Kawanan Geng Kobra paling tidak suka mengikuti aturan dan mereka bergerak atas kemauan sendiri. Konon, pengekangan ini yang menjadi penyebab Geng Kobra hendak melakukan kudeta pada pemerintahan Presiden Soekarno.

Berdasarkan literasi yang pernah ia baca, konon asal muasal kriminalitas Jakarta juga berasal dari Pasar Senen yang akhirnya menyebar hingga ada kawanan-kawanan pelaku kriminal lain yang diduga sebagai embrio dari Geng Kobra. Mengapa disebut kriminal? Lantaran Geng Kobra kerap “merampas paksa” harta kekayaan kaum bangsawan, orang kaya hingga toko-toko emas. ‎Namun begitu, hasil rampasan itu didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

‎”Ada beberapa versi yang mengatakan jika perampasan dilakukan secara acak, tapi ada juga yang bilang hanya kaum kaya dan toko emas. Hasil rampasan, kalau menurut data yang ada, dibagikan kepada kaum yang membutuhkan di sekitar Senen, tapi tak menutup kemungkinan juga di luar wilayah Senen,” kata Dhanu.

Bang Pi’ie dikenal sebabai sosok yang setia berpihak kepada orde lama. Bahkan pada saat akhir rezim orde lama mulai runtuh dan digantikan orde baru, Bang Pi’ie masih saja memihak pada Presiden Soekarno. ‎”Pada masa orde baru Bang Pi’ie sempat dicekal karena memihak kepada Soekarno. Beliau konon ikut petisi 98,” pungkas Dhanu.

(tom)

Let’s block ads! (Why?)

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here