Home Nasional KINI PELAPOR KAESANG SUDAH BERHASIL DI LACAK DAN DI TANGKAP !!!

KINI PELAPOR KAESANG SUDAH BERHASIL DI LACAK DAN DI TANGKAP !!!

5
0
SHARE
Iklan by Don

Awalnya saya sudah mencium bau tidak nyaman mengenai ini. Rasanya tidak mungkin yang dilaporkan adalah Kaesang yang lain. Setahu saya nama ini tidak termasuk nama mainstream alias pasaran seperti Budi, Andi, Adi dan sebagainya. Kalau pun ada sosok Kaesang yang lain, rasanya tidak mungkin juga karena ngapain pelapor capek-capek habisin waktu untuk sosok yang tak dikenal ini.

Sekarang fix yang menjadi terlapor adalah putra Jokowi. Kaesang dipolisikan karena mengunggah video dengan ucapan, “Mengadu-adu domba dan mengkafir-kafirkan, tidak mau mengingatkan, padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar ndeso”. Kata ‘Ndeso’ itu yang dipermasalahkan.

Nah, sekarang kita menuju ke bagian yang menarik. Muhammad Hidayat mengaku tidak tahu bahwa akun media sosial yang dilaporkan itu adalah milik putra bungsu Jokowi. “Saya juga tidak tahu Kaesang itu siapa. Jadi apa dia benar anak presiden atau bukan, saya tidak tahu, karena yang saya laporkan itu pemilik akun Youtube atas nama Kaesang,” kata Hidayat.

Mari kita percaya saja dengan pernyataannya yang mengaku tak tahu dia anak Jokowi. Dia juga membantah mencari sensasi semata. “Apabila melihat pelanggaran hukum yah dilaporkan. Saya juga membantu pihak kepolisian untuk menegakkan hukum dan kita harus melakukan pelurusan itu melalui proses hukum,” kata Hidayat.

Sudah jelas dia ingin membantu pihak kepolisian menegakkan hukum. Bagus. Mantap. Patut diapresiasi. Nah, yang membuat saya terkejut adalah, adanya sebuah kebetulan yang sungguh lucu. Kalau ibarat kata pepatah ingin melempar api tapi tangan ikut terbakar juga. Kasus ini kalau sudah diblowup media, pasti bakal ramai dan banyak info tersembunyi yang akan terkuak. Dan ternyata benar dugaan saya.

Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Hero Henriato Bachtiar mengatakan pelapor adalah seorang tersangka. Muhammad Hidayat, jelasnya, merupakan tersangka ujaran kebencian yang saat ini sedang ditangani Polda Metro Jaya dan sedang ditangguhkan sementara waktu. “Masih berjalan terus. Dia terkena pasal ujaran kebencian pada aksi 411 lalu, karena mengolok-olok anggota polri,” kata dia.

Nah, kan ketahuan topengnya. Saya merasa berada di persimpangan antara lucu dan prihatin. Prihatin karena hal seperti itu saja dilaporkan dan lucu karena ternyata pelapor adalah tersangka ujaran kebencian. Niat awalnya ingin membantu polisi tapi ternyata dulu mengolok-olok anggota Polri. Pelapor melaporkan dugaan ujaran kebencian tapi di sisi lain juga menjadi tersangka dugaan kebencian. Bukankah ini namanya maling teriak maling? Atau mengatakan seseorang maling padahal diri sendiri juga sama. Bukankah ini konyol dan lucu?

Satu kekonyolan lainnya adalah kenapa ucapan Kaesang yang dilaporkan padahal sejauh yang saya tahu banyak ujaran kebencian lainnya yang jauh lebih ektrem dan keterlaluan di media sosial. Kenapa sosok Kaesang ini yang jadi target? Kalau bukan karena putra presiden, rasanya ini kurang masuk di akal.

Bahkan tindakan pelapor ini bisa menjadi bumerang. Dengan statusnya yang ketahuan sebagai tersangka, bisa jadi kasusnya akan dimulai lagi. Padahal kalau tadi adem ayem, kasusnya ditangguhkan dan kalau pun diteruskan takkan mendapat exposure media.

Sekarang sosok pelapor ini makin terkenal, dan populer. Tapi apa yang terjadi sebetulnya terkesan memalukan diri sendiri. Melaporkan orang lain padahal diri sendiri juga terkena kasus yang sama. Bagaimana ini? Kasusnya bisa berpotensi dilanjutkan dan siapa yang rugi? Kasusnya yang sempat ditangguhkan, malah diingatkan lagi, diekspos media, siapa yang malu kuadrat?

Meski begitu, kepolisian akan tetap memproses laporan dengan terlapor atas nama Kaesang. Tersangka ujaran kebencian melaporkan kasus ujaran kebencian. Kalau ditanya analisis saya, saya akan menjawab pelapor akan kena bumerang sendiri. Padahal kalau adem ayem, semua akan baik-baik saja. Saya juga tidak melihat adanya keanehan dari ucapan Kaesang, setidaknya dari kacamata saya. Kalau sudah begitu, jangan kaget kalau pelapor yang malah jadi target. Akankah bumerang yang dilemparkannya akan berbalik?

Sumber : Seword.com

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here