Home Nasional Geblek..!! Pelapor Kaesang Ternyata Berstatus Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

Geblek..!! Pelapor Kaesang Ternyata Berstatus Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

17
0
SHARE
Iklan by Don

Kasih Tips untuk Telat, Kalimat Penutup Kaesang Bakal Bikin Baper Para Cewek (Capture/Youtube/Kaesang)

Kaesang dipolisikan karena mengunggah video dengan ucapan,”Mengadu-adu domba dan mengkafir-kafirkan, tidak mau mengingatkan, padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar ndeso”.

Kaesang dilaporkan dengan nomor polisi: LP/1049/K/VI/2017/Restro Bekasi Kota.

Kalimat ini yang dipermasalahkan

Seorang pria berinisial MH melaporkan seorang bernama Kaesang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Kota Bekasi.

Kaesang yang dimaksud diduga adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Kaesang dituding melakukan penodaan agama serta menyebarkan ujaran kebencian melalui video yang diunggah ke akun Youtube.

Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan mengatakan, kalimat Kaesang pada videonya yang dilaporkan MH, yakni ‘dasar ndeso’.

“Di situ (video) kalau tidak salah ada kata-kata, kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada di situasi itu, ‘ndeso’. Begitulah kira-kira,” ujar Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/7/2017).

Kaesang (TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti)

Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep memang pernah mengunggah video blog pada 27 Mei 2017.

Dalam video berdurasi 2 menit 41 detik itu, awalnya Kaesang menyinggung soal ada oknum yang sukanya meminta-minta proyek pemerintah.

Setelah itu, Kaesang juga menyinggung soal pentingnya menjaga generasi muda dari hal-hal negatif.

Berikut kutipan kalimat Kaesang seutuhnya:

“Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja…. (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak “bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga”).

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar N**** (sensor bunyi). Ini ajarannya siapa coba? dasar N**** (sensor bunyi).

Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar N**** (sensorbunyi).


Presiden RI Joko Widodo muncul di vlog terbaru sang putra bungsu, Kaesang Pangarep. (YouTube)

Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong”.

Iriawan mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan tersebut.

“(Laporannya) di Polres Bekasi Kota. saya akan perintahkan Kapolresnya untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut,” ujar Iriawan.

Bantah Cari Popularitas
“Saya tidak mau mencari popularitas, saya cuma mau penegakan hukum.”

Hal itu dikatakan oleh pelapor akun Youtube Kaesang, Muhammad Hidayat, yang menjabarkan mengenai alasan dirinya membuat pelaporan tersebut.

Bukan hal yang mudah, kata dia, untuk membuat suatu laporan di kepolisian.

Setidaknya, harus memiliki bukti awal yang dinilai bisa membuktikan kesalahan terlapor.

Dalam laporan yang dia dilayangkan, terlapor atas nama Kaesang yang memiliki akun Youtube dan mengunggah video #BapakMintaProyek.Kasih Tips untuk Telat, Kalimat Penutup Kaesang Bakal Bikin Baper Para Cewek (Capture/Youtube/Kaesang)

Video tersebut, jelasnya, dinilai telah melakukan penodaan agama dan ujaran kebencian.

Hal yang sama, kata dia, juga pernah dilakukan sebelumnya.

“Tidak baru kali ini saja sebenarnya, sudah banyak yang saya laporkan. Jadi salah, kalau saya dianggap cari tenar,” ucap Hidayat, Rabu (5/7/2017). (Tribunnews/Amriyono Prakoso)

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here