Home Nasional Dhani Tidak Boleh Dihukum, Karena Minta Maafnya Dhani Sudah Merupakan Hukuman

Dhani Tidak Boleh Dihukum, Karena Minta Maafnya Dhani Sudah Merupakan Hukuman

9
0
SHARE
Iklan by Don

Netralnews/Adiel ManafeAhmad Dhani dan Farhat Abbas

JAKARTA,  – Musisi yang juga politisi Ahmad Dhani pada Maret 2017 lalu, lewat akun Twitter-nya sempat membuat cuitan yang menghebohkan, dengan mengatakan “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya – ADP.”

Sehari setelah cuitannya itu viral di media sosial, suami Mulan Jameela itu meminta maaf. “Mohon Maaf saya kepada Majelis Penista Agama, jika cuitan saya di anggap menyakitkan – ADP,” tulis Dhani kala itu.

Kicauan Dhani itu sempat mendapat kecaman dari warganet (netizen) terutama pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pasalnya, meski pentolan Dewa 19 itu tak menyebutkan nama, namun mereka menduga cuitan itu ditujukan kepada Ahok yang saat itu tersandung kasus penistaan agama. Apalagi Dhani merupakan salah satu tokoh yang kerap bersebrangan dengan Ahok.

Akibatnya, Dhani dipolisikan dan kasusnya kini sedang ditingkatkan ke tahap penyidikan. Pelaporan itu juga dilakukan karena mereka menilai cuitan Dhani merugikan Ahok-Djarot yang saat itu mengikuti Pilkada DKI.

Menanggapi kasus tersebut, pengacara Farhat Abbas ikut berkomentar. Menurutnya, dengan Dhani meminta maaf, harusnya kasus itu tidak lagi diperpanjang.

“Minta maaf itu kan sudah hukuman juga kan? Jadi gak perlu menghukum melalui proses pengadilan yang panjang dan berlika-liku,” kata Farhat kepada Netralnews.com, Jumat (28/7/2017).

Farhat menambahkan, proses hukum kasus ini juga akan berlangsung lama dan hal itu akan membuat repot pelapor maupun terlapor.

“Seharusnya ini gak ada laporan kalau gak ada pelapor kan. Pelapor dan terlapor pasti repot,” ujar kuasa hukum Dhani di kasus dugaan penghinaan presiden terkait orasi dalam aksi 4 November 2016 lalu itu.

Lagipula disebut Farhat, cuitan Dhani merupakan kebebasan berekspresi dan tidak perlu diproses hukum apalagi nantinya sampai ke pengadilan.

“Kebebasan berekspresi di dunia maya harusnya kata berbalas kata saja, artinya gak usah sampai ke pengadilan,” ujar pengacara kontroversial yang populer di kalangan selebritis tanah air itu.

Sebelumnya Dhani dilaporkan ke polisi oleh pendukung Ahok-Djarot terkait ucapannya di media sosial Twitter yang mengandung kebencian dan masuk pada kampanye hitam.

Sebelumnya, kelompok pendukung Ahok-Djarot, yaitu BTP Network, melaporkan Ahmad Dhani ke polisi pada 9 Maret 2017 lalu terkait akun Twitter @AHMADDHANIPRAST, yang nadanya menghasut dan penuh kebencian. Adapun kicauannya berbunyi, ‘Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya’.

Laporan ini diterima polisi dengan Nomor LP/1192/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus. Pasal yang dikenakan yakni Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 Ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here