Home Info Serpong Petani Budidaya Lele Sangkuriang Minta Pemkot Tangsel Subsidi Pakan

Petani Budidaya Lele Sangkuriang Minta Pemkot Tangsel Subsidi Pakan

52
0
SHARE
Iklan by Don

Pamulang, Beritatangsel.com – Usaha budidaya ikan lele Sangkuriang menjadi prospek bisnis yang menjanjikan lantaran tingginya permintaan konsumen.

Bahkan, kini banyak orang yang mencoba bisnis ikan jenis ini. Bayangkan, dalam jangka waktu 3 bulan lele Sangkuriang mampu produksi hingga 105 persen.

Sayang, tingginya angka produksi tidak diimbangi dengan komoditas perdagangan ini sulit berkembang, beberapa pembudidaya ikan lele sangkuriang mengaku harga pakan yang mahal menjadi hambatan.

Salah satunya, Agus Setiawan. Mahalnya harga pakan disebabkan belum adanya pengolahan pakan ikan yang diproduksi di Tangsel, sehingga harus membeli hasil produksi pabrik.

“Mahalnya harga pakan ikan ini membuat keuntungan dan pendapatan petani jauh menurun. Karena itu kami mengusulkan agar harga pakan ikan dapat disubsidi sebagaimana subsidi pupuk bagi petani. Kami berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Tangsel dapat mendorong hal ini,” kata Agus, saat pertemuan dengan pengurus Koperas Bangkit Usaha Mandiri, Pamulang, Kota Tangsel, Minggu (24/12/2017).

Dijelaskannya, harga lele belum beranjak sejak beberapa bulan lalu, yakni Rp 17.000 per kg. Bahkan, harga lele sempat turun di bawah Rp 15.000 per kg. Sedangkan harga pakan selalu naik sekitar Rp 200 per kg setiap tiga bulan.

“Mahalnya harga pakan, selain mengakibatkan penurunan jumlah keuntungan para petani, mahalnya pakan ikan itu juga menjadi salah satu faktor penghambat usaha perikanan, karena 80 persen modal usaha budidaya ikan berasal dari kebutuhan pakan ikan, “ ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Koperasi Bangkit Usaha Mandiri (BUM), Adi Jayadi, pihaknya terus berupaya melakukan terobosan terkait permasalahan yang dialami para pembudidaya yang sudah bergabung dengan koperasi.

“Karena saya lihat mereka selama ini, bekerja sendiri demi kelompok mereka sendiri. Kalau ada kerjasama antar kelompok dalam wadah koperasi, permasalahan yang dialami bisa ada solusi. Dan satu lagi bagaimana caranya memutuskan relasi dengan tengkulak opportunis yang memainkan harga lele di pasaran, inilah manfaatnya ada koperasi, dari kita untuk kita, “ ujarnya.

Lanjut Adi, diakui keberadaan koperasi BUM yang mayoritas memiliki kolam pembudidayaan ikan, dengan jumlah anggota yang sudah bergabung sekitar 150 orang, operasional belum maksimal, terkendala dengan legalitas dan saat ini masih dalam pengurusan di Dinas Koperasi.

“Sebenarnya koperasi ini, sudah terbentuk tiga tahun lalu, sejalan dengan dinamika saat ini sudah terjalin dengan kemitraan dengan Pusat Inkubasi Bisnis dan Kewirausahaan (PINBIK) universitas Pamulang, Dan berharap kemitraan ini, bisa menjadi harapan para petani ikan untuk meningkatkan kesejahteraannya, “ pungkas Adi. (abah)

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here